Musim Hujan Telah Tiba, Waspadai Penyakit di Sekitar Anda!

By Categories : Berita

okposberita.biz-Desember 2014, bagi sebagian besar wilayah Indonesia bulan ini merupakan bulan dimana curah hujan cukup tinggi. Karena memang sudah memasuki musin hujan, banyak hal yang harus kita waspadai. Banjir, pohon tumbang, tanah longsor,yang semuanya itu menjadi masalah baru yang muncul di sebagian wilayah di Indonesia ketika musim hujan. Seperti banjir yang selalu menjadi langganan Ibu Kota Jakarta, Tanah longsor yang melanda Banjarnegara, Pohon-pohon tua yang tumbang. Tak sedikit orang yang terkena dampak tersebut bahkan banyak jiwa yang menjadi korban

Selain hal tersebut di atas, yang tak dapat kita remehkan pada musim hujan ini adalah penyakit, pemyakit yang ada di sekeliling kita yang sering terjadi kala musim hujan mulai tiba. dari yang berskala ringan hingga yang tergolong penyakit berat yang dapat mematikan. Untuk itu kami akan berbagi informasi agar anda waspada terhaddap penyakit yang biasa terjadi pada musim hujan. Curah hujan yang meningkat akibat anomali cuaca, menyebabkan banyak lokasi rawan banjir. Sampah yang menumpuk, serta suhu udara yang cepat berubah memudahkan ketahanan tubuh menurun drastis. Tidak hanya pada manusia, perubahan suhu juga berdampak pada kehidupan mikroba yang tersebar di lingkungan sekitar. Pada beberapa jenis mikroba, perubahan ini menyediakan kemudahan untuk berkembang biak. Akibatnya, mikroba makin mudah menginfeksi tubuh dan menyebabkan sakit.

Berikut beberapa jenis penyakit dan cara pencegahannya:

  • Diare. Penyakit diare sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu (personal hygiene). Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat. Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. Jangan meremehkan diare pada anak, bila anak anda yang mengalami buang air besar dan untuk menghindari resiko kehilangan resiko terlalu banyak pada tubuhnya anda dapat membuat penolongan pertama pada cairan oralit.
  • Flu. Anak yang seringkali mengalami kelelahan dan mempunyai gejala seperti demam, rasa kedinginan, nyeri otot, batuk dan disertai dengan nafsu makan yang menurun merupakan gejala anak anda mengalami infeksi virus influenza, untuk dapat menghindarinya anda dapat menjaga membiasakan mencuci tangan dengan baik dan benar sehingga memperkecil resiko infeksi virus pada musim hujan, hindari menyentuh mulut dan hidung terlalu sering pada musim hujan, bekali anak anda sapu tangan atau tisu pada saat anak anda batuk sehingga tidak membuat virus menyebar pada teman-temannya.
  • Leptospirosis. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira sp yang menyebar lewat urine tikus. Penyakit ini menyebabkan kulit penderita kekuningan dan mukosa mengering. Pada beberapa kasus, penyakit ini disertai diare atau konstipasi. Penyakit ini mencapai puncaknya saat musim hujan atau banjir tiba. Saat itu, Leptospira sp dalam urine tikus menyebar lewat air dan masuk ke tubuh melalui kulit atau selaput lendir. Selanjutnya terjadi perbanyakan sehingga bakteri bisa menyebar ke berbagai jaringan tubuh, terutama ginjal dan hati. Untuk mendiagnosis leptospirosis, hal yang perlu diperhatikan adalah riwayat penyakit, gejala klinis, dan diagnosis penunjang. Diagnosis penunjang bisa dilakukan lewat urine dan darah. Bila positif leptospirosis, penderita bisa diobati dengan antibiotik.
  • ISPA. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat/ mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dan lain-lain. Untuk menangani penyakit ini, masyarakat diimbau untuk istirahat, pengobatan simtomatis sesuai gejala, mungkin diperlukan pengobatan kausal untuk mengatasi penyebab, meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan.
  • Demam berdarah (DB). Berbeda dengan penyakit di atas, demam berdarah disebabkan virus dengue yang terdiri atas empat strain. Untuk mengatasi serangan virus dengue, penderita DB harus meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi asupan bergizi. Virus dengue diketahui dibawa nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di air jernih tergenang. Air jernih tergenang banyak ditemukan saat musim hujan tiba.
  • Penyakit Kulit. Hujan dan banjir rentan membawa beberapa bakteri yang menyerang kulit. Serangan bakteri menyebabkan rasa gatal di seluruh tubuh. Penyakit kulit juga bisa disebabkan jamur akibat suhu yang lembab. Untuk mengarasi serangan ini, penderita bisa menggunakan obat kulit hingga antibiotik.

terms: daya tahan tubuh para korban banjir menurun drastis disebabkan oleh