Ketahuilah Proses Pembekuan  Darah Berikut Ini

By Categories : Pendidikan

Seperti yang kita ketahui ketika terjadi luka ataupun cidera, pembuluh darah dapat rusak sehingga juga dapat terjadi pendarahan. Jika tubuh dalam keadaan normal dan tidak terjadi kelainan pembekuan darah pastinya tubuh akan melakukan proses atau mekanisme untuk menghentikan pendarahan yang terjadi. Proses pembekuan darah atau proses koagulasi merupakan proses yang komplek untuk mencegah tubuh kehilangan banyak darah ketika terjadi luka.

Proses atau mekanisme tubuh untuk mengehtikan pendarahan tersebut dinamakan dengan hemostasis. Sebelum mengetahui bagaimana proses koagulasi terjadi, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa saja unsur-unsur dalam mekanisme proses pembekuan darah. Nah berikut adalah beberapa unsur yang berperan dalam proses koagulasi.

Proses Pembekuan  Darah

  1. Trombosit

Trombosit atau keping darah merupakan salah satu unsur yang berguna untuk proses koagulasi. Trombosit berkumpul selama mekanisme pembekuan darah normal. Meskipun seringkali digolongkan sebagai sel darah, akan tetapi sebenarnya trombosit merupakan bagian dari sel-sel tulang belakang.

  1. Faktor koagulasi

Yang kedua adalah faktor pembekuan darah. Ada  banyak faktor koagulasi, yaitu ada 13 faktor, di mana 13 faktor tersebut diberi nama dengan huruf romawi.

Lantas bagaimana proses pembekuan darah itu terjadi?

Trombosit membentuk sebuah sumbatan

Yang pertama adalah trombosit akan membentuk sebuah sumbatan. Ketika pembuluh darah rusak atau mengalami luka, trombosit juga akan ikut keluar bersama darah dan kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit tersebut pecah. Setelah itu trombosit akan mengeluarkan enzim (zat) yang biasa disebut dengan trombokinase dan sel-sel lannya untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

Pembentukan bekuan darah

Trombokinase yang dikeluarkan oleh trombosit akan masuk ke dalam plasma darah. setelah itu akan membantu untuk mengubah protombin menjadi enzim akfif atau yang biasa disebut dengan trombin. Perubahan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu dipengaruhi oleh ion kalsium di dalam plasma darah. Protombin sendiri adalah sebuah senyawa protein yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat tersebut merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya pun dibantu oleh vitamin K.

Tertutupnya luka

Proses pembekuan darah selanjutnya trombin yang terbentuk akan mengubah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin tersebutpastinya dapat membuat luka tertutup. Sehingga darah tidak mengalir keluar lagi.

Tubuh membuang sumbatan darah

Ketika jaringan kulit yang rusak akibat luka dan cidera sembuh. Maka tubuh perlahan-lahan akan membuang sumbatan tersebut karena tidak diperlukan lagi. Benang-benang fibrin yang menghentikan pendarahan tersebut akan hancur. Dan darah akan mengambil kembali trombosit dan sel-sel dari bekuan darah.

Mengenal kelainan proses pembekuan darah

Seseorang juga dapat mengalami kelainan ketika proses koagulasi. Khususnya pada seserang yang mengalami penyakit hemofilia, yang mana penyakit ini membuat penderitanya kekurangan faktor pembekuan darah VIII ataupun IX. Seseorang yang mengalami penyakit hemofilia, pendarahan yang terjadi akan sulit berhenti.