Dampak Perubahan Iklim Bagi Kesehatan

By Categories : Kesehatan

Perubahan iklim merupakan salah satu perubahan sistem cuaca dunia yang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya akibat tindakan manusia. Dari perubahan iklim tersebut menjadi sebuah ancaman besar bagi kehidupan manusia. Akan banyak peristiwa bencana alam dan cuaca ekstrik yang akan terjadi seperti banjir, peningkatan permukaan air laut, kebakaran hutan dan bencana alam lainnya. Selain itu menurut para penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan yang dilansir dari lama Reuster menyatakan bahwa perubahan iklim juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Dimana dapat meningkatkan resiko penyakit menular, gizi buruk, stres dan berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Dampak Perubahan Iklim

Menurut Anthony Costello, direktur Institut Kesehatan Global di University College London (UCL), sekitar 200 negara ditetapkan akan mengalami kenaikan dua derajat celsius suhu rata-rata global. Dari  perubahan iklim tersebut akan berdampak langsung bagi kesehaan jantung, pernapasan, hingga kesehatan mental. Hal ini dikarenakan perubahan iklim dapat membuat berpengaruh terhadap vektor serangga dan penyebabaran penyakit. Berikut adalah beberapa dampak perubahan iklim bagi kesehatan  diantaranya adalah sebagai berikut!

Inilah Dampak Perubahan Iklim Bagi Kesehatan

Penyakit Demam Berdarah

Salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh perubahan iklim adalah penyakit yang disebarkan oleh nyamuk atau yang lebih dikenal dengan penyakit demam berdarah. Seperti yang kita tahu penyakit ini merupakan salah satu penyakit berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Biasanya penyakit ini lebih banyak menyerang di daerah tropis dan subtropis seperti negara Indonesia. Penyakit yang disebkan oleh virus dengue disebarkan vektor nyamuk Aedes terutama aedes aegypti ini menjadi penyakit endemis di beberapa kota di Indonesia. Genangan air menjadi tempat berkembangnya nyamuk penyebar penyakit.

Penyakit Pernapasan

Perubahan iklim dengan suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan pembentukan polutan udara. Cuaca panas ekstrim di musim kemarau dapat membuat daun dan ranting cepat mengering dan memicu kebakaran hutan. Dari paparan polutan tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit salah satunya adalah penyakit pernapasan terutama penyakit saluran pernapasan atas. Lansia atau anak-anak merupakan golongan yang sangat rentan mengidap penyakit yang satu ini.

Flu dan batuk diperkirakan akan semakin banyak diderita oleh mereka yang daya tahan tubuhnya sedang rendah, selain karena polusi juga berubahnya musim dengan rentang suhu ekstrim dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih rentan terserang flu dan batuk.

Peningkatan jumlah ganggang beracun

Ganggang merah Alexandrium catenella merupakan jenis ganggang beracun yang tumbuh di laut terutama di daerah utara amerika. Tumbuhnya ganggang ini menyebabkan zona mati di laut dimana hewan-hewan laut keracunan bahkan dapat menimbulkan kematian pada manusia meskipun jumlahnya sangat sedikit. Ganggang merah akan mekar pada suhu yang hangat, peningkatan suhu global bisa meningkatkan waktu mekar ganggang ini dari yang tadinya dua bulan menjadi tiga bulan. Perkembangan ganggang inipun semakin subur dengan suhu yang semakin hangat di laut. perkembangan ganggang merah di laut berpotensi mencemari makanan-makanan laut oleh racun yang dihasilkannya.

Ledakan jumlah bakteri

Dampak perubahan iklim lainnya adalah semakin berkembangnya jumlah bakteri karena daerah lembab akan semakin lembab dan daerah kering semakin kering. Didaerah lembab, bakteri akan mudah berkembang tetapi jangan salah, didaerah kering dengan banyak debu juga membuat bakteri mudah berkembang.  Jason westrich dan erin lipp dari universitas Georgia menemukan bahwa bakteri vibrio sejenis bakteri laut berkembang baik di gurun maroko. Air laut yang diberi debu dari gurun florida menyebabkan ledakan barkteri vibrio dari 10-1000 kali lipat. Hal ini diduga karena adanya kandungan besi dalam debu.

Penyakit lainnya

Dampak perubahan iklim bagi kesehatan, selain dapat menyebabkan kedua penyakit di atas. Ternyata juga dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti meningkatkan penyakit gastrointestinal ( pencernaan ), pada saat curah hujan tinggi sering terjadi banjir di Indonesia dan negara-negara tropis lainnya. Banjir menyebabkan naiknya limbah-limbah di tempat pembuangan. Bakteri, virus dan parasit lebih mudah terpapar pada manusia membuat banyak penyakit terutama penyakit pernapasan. Hewan-hewan seperti tikus, kecoa dan lainnya juga sering menjadi penyebab penyakit disaat air naik.

Penyakit lain penyakit yang berhubungan dengan suhu panas selain yang telah disebutkan  diatas diantaranya dehidrasi, stroke, dan penyakit jantung.

Nah itulah beberapa dampak buruk akibat perubahan iklim bagi kesehatan. Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut? Siapapun dapat memiliki peranan dalam mencegah terjadinya perubahan iklim. Individu dan berbagai sektor dapat membantu mengambil peran untuk mencegah terjadinya perubahan iklim yang dapat berdampak langsung bagi kesehatan ataupun lainnya. Salah satunya dengan cara mengurangi pembakaran bakar fosil melalui konservasi energi, mengurangi pengurangan energi, dan melakukan kegiatan yang ramah lingkungan. Dengan begitu penyakit yang berkaitan dengan perubahan iklim dapat diminimalisir. Baca juga artikel terkait lainnya Cara Mengatasi Pemanasan Global.