Tolak kenaikan harga BBM, Alasan Politis atau Rasional

By Categories : Umum

Seperti yang kita ketahui bahwa harga minyak dunia terus melambung. Itu artinya subsidi BBM juga melambung tinggi. Pemerintahan SBY telah berhasil menunda kenaikan harga BBM untuk beberapa waktu, pemerintahan yang baru akan menghadapi tantangan menaikan harga BBM, dimana ini merupakan sesuatu yang kurang populer.

kenaikan harga bbmMenaikan harga BBM tantangan politiknya besar. dari kompas.com, menurut wakil ketua komisi XI DPR RI, Harru Azhar Aziz, menaikan harga BBM bersubsidi tantangannya ada di parlemen. Dalam sidang paripurna DPR, PDI-P dan PKS ngotot menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Saat itu Puan Maharani sebagai ketua umum DPP PDIP mengatakan bahwa kenaikan harga BBM hanya alasan pemerintah untuk digunakan sebagai pencitraan melaui program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan 30 triliun untuk bantuan sosial.

Sementara Fraksi PKS anggota komisi XI, echy Awal Muharram berpendapat bahwa kenaikan harga BBM hanya akan menciptakan masyarakat miskin yang lebih banyak dan peningkatan angka pengangguran.

Dari pengalaman tersebut Harry menduga jika Joko Widodo menjadi presiden maka kemungkinan besar PDI-P akan mendukung langkah tersebut. PKS ditambah dengan fraksi partai gerindra kemungkinan besar akan mengambil opsi menolak. Kalaupun tidak setuju Fraksi PDI-P akan diam saja, Ini dugaan saya. Berarti kalau begitu waktu PDI-P menolak dulu, bukan karena ideologis, tapi karena posisi” sindirnya.

Sebaliknya jika MK memutuskan Prabowo subianto menjadi presiden maka kemungkinan besar PDIP kembali menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Subsidi energi dalam RAPBN 2015 mencapai 363,5 triliun sementara subsidi non energi hanya 70 triliun. Subsidi energi sudah dikritik oleh banyak kalangan sebagai subsidi yang tidak tepat sasaran. Kita tunggu saja nanti siapa yang akan berkuasa dan bagaimana sikap mereka, mendukung atau menolak kenaikan harga BBM karena ideologi atau karena alasan politis.