Taburia Solusi Masalah Gizi Anak Indonesia

By Categories : Umum

OKPosBerita.biz – Apakah anda pernah mendengar tentang produk yang bernama Taburia? Taburia adalah merk dagang dari Taburin, proyek prestisius milik kementrian kesehatan ini diadakan untuk menanggulangi masalah gizi pada anak usia balita, khususnya masalah gizi mikro.

Taburia adalah tambahan multivitamin dan mineral yang berbentuk serbuk/sprinkle untuk memenuhi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang balita usia 6-59 bulan dengan prioritas balita usia 6-24 bulan. Taburia mengandung 12 vitamin antara lain A,B1, B2, B3, B6, C,D,B12, dan asam folat, dan juga mineral yang dapat memenuhi kebetuhan para balita di Indonesia. Produk ini mulai diproduksi massal pada 2014, dan pada 2015 ini mulai di distribusikan ke seluruh provinsi di Indonesia..

Taburia Solusi Masalah Gizi

Taburia ini ada mengingat banyaknya anak-anak yang mulai terbiasa mengemil makanan ringan yang mengandung banyak pengawet, yang membuat anak-anak itu jadi tidak menyukai sayur dan buah. Taburia ini berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan anak, membuat anak tidak mudah sakit, anak tumbuh dan berkembang sesuai usia, dan anak tidak kurang darah sehingga lebih cerdas dan ceria.

Pengembangan formulasi Taburia ini mulai dilakukan tahun 2006 oleh Tim Peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan sekarang namanya menjadi Pusat Teknologi Terapan dan Epidemiologi Klinik, menghasilkan komposisi zat gizi optimal yang disesuaikan dengan masalah gizi mikro yang terjadi di Indonesia. Kemudian dilakukan uji sensorik untuk mendapatkan cita rasa dan warna yang disukai, dilanjutkan dengan uji manfaat, uji efektifitas dan studi operasional.

Cara Pemberian Taburia

Beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dalam pemberian Taburia, antara lain :

Taburia dapat dicampurkan pada makanan utama seperti nasi atau bubur
Taburia tidak boleh dicampur dengan makanan berair seperti susu, teh, sup karena akan menggumpal
Taburia tidak boleh dicampur dengan makanan panas karena lemak yang melapisi zat besi akan rusak dan berinteraksi dengan makanan sehingga menimbulkan rasa kurang enak.
Makanan yang telah dicampur dengan taburia harus segera dimakan dan dihabiskan.
Beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan dalam pemberian taburia antara lain : kemungkinan terjadi susah buang air besar dan tinja berwarna hitam karena kandungan zat besi, hal ini dapat diatasi dengan minum air putih matang lebih banyak.
Jumlah taburia yang harus diberikan pada anak dalam satu bulan sebanyak 15 saset selama 4 bulan. Taburia diberikan pada anak setiap 2 hari sekali sebanyak 1 saset, hal ini dilakukan untuk memberi rentang atau jarak pada setiap kali pemberian. Tujuannya adalah agar penyerapan unsur zat gizi dalam Taburia terserap dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya. Dalam pemberiannya satu saset Taburia sebaiknya dihabiskan sekaligus pada makan saat itu juga, biasanya disarankan pada makan pagi.

Taburia ini diberikan gratis di puskesmas-puskesmas di daerah. Serta yang paling penting produk ini tidak menyebabkan ketergantungan.

terms: komposisi taburia