Pertolongan Pertama Pada Mimisan untuk Anak ataupun Orang Dewasa

By Categories : Kesehatan

Hampir setiap orang pernah mengalami mimisan. Meskipun tidak berbahaya, namun kondisi  ini cenderung menakutkan dan menyebabkan kepanikan tersendiri bagi penderita mimisan. Mimisan atau epistaksis adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Setiap orang ada yang mengalaminya hanya beberapa detik dan ada yang lebih dari lima menit.

pertolongan pertama pada mimisan

Umumnya ada beberapa jenis dan penyebab mimisan pada anak ataupun orang dewasa. Jika berdasarkan lokasi pendarahan, mimisan terbagi menajdi dua macam yaitu anterior (bagian depan) dan posterior (bagian belakang). Hampir  90 persen mimisan yang terjadi adalah jenis anterior. Pendarahan ini terjadi dari bagian depan hidung dan umumnya dialami oleh anak-anak.

Sedangkan mimisan posterior berasal dari pembuluh darah yang terletak di bagian belakang hidung. Kondisi mimisan ini jaran terjadi dan cukup berbahaya. Biasanya mimisan posterior  dialami oleh orang-orang dewasa dan juga lansia.

Ada beberapa hal yang menyebabkan mimisan, diantaranya adalah proses buang ingus yang terlalu kencang, sinusitis akut hingga kronis, adanya tumor pada hidung, hemofilia, sering mengonsumsi alkohol dan lainnya. Lalu bagaimana pertolongan pertama pada mimisan untuk anak ataupun orang dewasa yang biasa dilakukan? Menurut Stanley M. Zildo yang dikutip dari bukunya yang berjudul ‘First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat’, berikut ulasannya.

Inilah pertolongan pertama pada mimisan

  1. Yang pertama adalah dengan cara duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk yang Anda lakukan  dapat mengurangi tekanan pada pembuluh darah pada hidung sehingga dapat menghentikan pendarahan yang terjadi. Saat duduk pastikan tubuh Anda condong ke depan. Jaga mulut agar tetap terbuka, hal ini bertujuan agar darah tidak menutup jalan pernafasan.
  2. Setelah itu, pencet hidung selama 15 menit dan tekan di bawah tulang hidung pada bagian ujungnya lalu lepaskan secara perlahan.
  3. Pastikan korban tidak menelan darah yang keluar. Karena jika hal ini terjadi dapat menyebabkan mual ataupun muntah. Apabila pendarahan tersebut masih berlangsung pencet hidungnya lagi selama 5 menit. Menekan hidung dapat memberi tekanan pada sumber pendarahan sehingga hal ini dapat menghentikan mimisan secara alami.
  4. Pertolongan pertama pada mimisan selanjutnya adalah dengan menempelkan kain basah ataupun es yang dibungkus dengan kain pada hisung dan muka penderita. Langkah ini sangat ampuh untuk mempersempit pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan.
  5. Jika pendarahan tersebut masih tetap berlanjut dan tidak bisa berhenti serta ada indikasi patah tulang terhadap korban, segeralah bawa ke unit gawat darurat untuk pendapatkan penanganan yang lebih baik.

Demikianlah ulasan mengenai pertolongan pertama pada mimisan. Namun jika cara tersebut mampu menghentikan mimisan, pastikan Anda tidak membuang ingus, melakukan aktivitas selama 12 jam ataupun membungkuk. Langkah ini juga dapatmencegah terjadinya iritasi pada hidung. Untuk pencegahannya, pastikan Anda selalu berhati-hati saat mengorek hidung, jangan membuang ingus terlalu kencang dan mengurangi merokok.

Baca juga pertolongan pertama diare pada anak dengan tepat.