Jerawat di Area Telinga, Bahayakah?

By Categories : Kesehatan

Jerawat di Area Telinga, Bahayakah? – Apa yang terjadi saat anda mengetahui ada jerawat di area telinga? Kebanyakan akan merasa gemas dan tidak melewatkan untuk bisa memencetnya. Sama dengan jerawat di area wajah, sebenarnya tidak boleh memencet jerawat di area telinga. Kenapa?

Jerawat di Area Telinga

Joel Cohen, MD yang merupakan dermatolog di Swedish Medical Center, tepatnya di Colorado, menerangkan hal ini. Jadi, biarpun beralasan bahwa tangan selalu dalam keadaan bersih sebelum memencet jerawat, area kuku tak ada jaminan steril. Oleh karenanya, aktivitas pencet jerawat di area telinga tetaplah rawan menyebarkan kuman dan bakteri dari indera tangan ke dearah yang kena jerawat. Akibatnya bisa ditebak. Jerawat akan diperburuk dengan infeksi.

Saran dari Cohen, baiknya menggunakan kapas sebagai media untuk mengoleskan zat cair benzoil peroksida. Cukup dalam takaran 10 persen di area telinga yang ada jerawatnya, sampai dengan mengecil berangsur-angsur. Dijelaskan lagi oleh Cohen, zat benzoil peroksida ini memiliki manfaat sebagai antimikroba selain memang sifatnya anti-inflamasi.

Penggunaan zat benzoil peroksida secara berkala akan sangat membantu telinga anda yang terkena jerawat, lebih mudah mengecil sendiri. Fungsinya yang dapat sebagai antimikroba, menjadikan benzoil peroksida dapat membunuh aneka kuman-kuman yang rawan melahirkan nanah. Ngeri ya..

Nah, dalam rangka mencegah adanya jerawat macam ini, perlu bagi kita terus menjaga kebersihan area telinga. Seperti misalnya selalu membasuh area telinga menggunakan air bersih saat sedang mandi, mencuci muka atau berwudhu. Selesai dikeringkan, dalam jangka seminggu sekali bisa juga menggunakan sejenis krim yang kandungannya adalah asam salisilat. Jika ingin lebih detail soal kandungan zat asam salisilat ini, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis kulit anda.

Kenapa harus memakai asam salisilat? Ini karena di dalamnya terkandung khasiat membuka pori-pori di permukaan kulit anda yang sebelumnya tersumbat. Selain itu juga mampu mengurangi kadar minyak di waja yang sedang berlebih. Saran kami, pasca memakai asam salisilat lakukanlah sebuah metode pembersihan. Membersihkannya cukup memakai kapas yang sebelumnya telah ditetesi alkohol.

Frekuensi penggunaan asam salisilat, sesuai dengan kebiasaan anda sebelumnya. Yakni saat daun telinga anda (di area permukaannya telah mulai mengkilap). Atau jika mengikuti pakar kesehatan kulit, frekuensinya seminggu sekali.

Selamat mencoba dan semoga jerawat di telinganya bisa hilang.