Jenis-Jenis Awan Beserta Pengertian

By Categories : Pendidikan

Berdasarkan penelitian, awan dibedakan berdasarkan jenis-jenisnya beserta ketinggiannya. Oleh karena itulah bagi dunia penerbangan terdapat jenis awan yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dengan ketinggian tertentu. Nah pada pembahasan kali ini membahas mengenai beberapa jenis-jenis awan beserta pengertiannya. Langsung saja untuk mengetahui apa saja macam jenis awan, silahkan simak pembahasannya di bawah ini!

Jenis-Jenis Awan

Jenis Awan beserta Pengertiannya

Pengertian Awan

Sebelum mengetahui apa saja jenis-jenis awan, alangkah baiknya jika mengetahui apa saja pengertiannya terlebih dahulu. Awan merupakan sekumpulan dari tetesan air yang berada di atmosfer bumi yang terjadi akibat dari pemadatan uap air yang berada di udara. Dengan terbentuknya awan dibedakan lagi menjadi beberapa jenis yang berada di ketinggian yang berbeda-beda.

Jenis-Jenis Awan

Pada tahun 1894 awan dibedakan oleh Komisi Cuaca Internasional menjadi 4 kelompok yakni tinggi, rendah, sedang, dan perkembangan vertical.

1. Kelompok Awan Tinggi

Kelompok ini dalam kawasan tropis terletak pada ketinggian 6 sampai 18 km, iklim sedang terletak sampai dengan ketinggian 5 sampai 13 km, sementara untuk kawasan kutub terletak pada ketinggian 3 sampai 8km.

  • Awan Sirrus (Ci) memiliki struktur layaknya serat dan berbentuk seperti bulu burung. Jenis ini tidak menyebabkan hujan serta badai. Jenis Sirrus (Ci) ditiupkan angin timur dengan warna putih. Sirrus (Ci) disebabkan karena suhu dingin pada atmosfer.
  • Sirostratus (Ci-St) biasanya terjadi pada musim kemarau dengan menutupi seluruh langit. Sirostratus (Ci-St) terlihat cerah dan halus.
  • Sirokumulus (Ci-Cu) berbentuk putus-putus yang sering menimbulkan bentuk bayangan.

2. Kelompok Awan Sedang

Untuk kawasan tropis memiliki ketinggian 2-8 km, sementara untuk iklim sedang berada di ketinggian 2-7 km, sedangkam kawasan kutub pada ketinggian2-4 km. Yang termasuk kelompok sedang ialah :

  • Awan Altokumulus (A-Cu) memiliki bentuk kecil-kecil dalam jumlah yang banyak. Altokumulus secara umum memiliki warna putih atau kelabu serta dapat dilihat pada senja hari.
  • Altostratus (A-St) berwarna kelabu yang dapat menghasilkan hujan dalam curah tinggi ketika tebal. Altostratus ini dapat terbentuk pada malam serta senja hari.

3. Kelompok Awan Rendah

Kelompok awan rendah berada di ketinggian kurang dari 3 km, antara lain :

  • Awan Stratus (St) cukup luas berada di langit dengan ketinggian di bawah 2 km.
  • Nimbostratus (Ni-St) memiliki bentuk tidak menentu, di Indonesia Nimbostratus dapat menimbulkan gerimis sampai hujan ketika warna semakin gelap.
  • Stratokumulus (St-Cu) memiliki warna kelabu atau putih yang biasanya muncul pada senja ataupun petang serta tidak menyebabkan hujan.

4. Kelompok Awan Vertikal

Untuk kelompok awan ini terletak pada ketinggian 500 sampai dengan 1500 meter, yang termasuk dalam perkembangan ini adalah :

  • Awan Kumulus (Cu) yang berada pada ketinggian kurang lebih 1 km dengan lebar 1 km. Awan ini berbentuk seperti gumpalan dengan warna kelabu atau putih dengan puncak yang tinggi.
  • Kumulonimbus (Cu-Ni) memiliki warna cenderung gelap dan putih yang terletak di ketinggian sampai dengan 3500 kaki. Kumulonimbus mampu menimbulkan hujan lebat yang disertai dengan petir, kilat, badai, dan tornado. Awan Kumulonimbus menjadi salah satu jenis awan yang berbahaya bagi dunia penerbangan, karena dapat menyebabkan pesawat jatuh.

Nah demikianlah tadi pembahasan mengenai pengertian dan jenis-jenis awan yang dapat Anda ketahui.

terms: awan yang memiliki kandungan air paling banyak, pengertian awan dan jenisnya