Inilah Sejarah Candi Muara Takus Paling Lengkap

By Categories : Pendidikan

Sebenarnya hingga saat ini belum ada satupun bukti sejarah dari Candi Muara Takus yang bisa menunjukkan kapan tepatnya candi ini di bangun. Akan tetapi yang jelas, peninggalan bersejarah dari Kerajaan Budha  Srwijaya ini sudah ada pada zaman kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Candi terbesar di Sumatera ini terletak di Kecamatan XIII Kota Kampar. Candi yang dikelilingi oleh tembok berukukatan 74 x 74 meter ini di dalam kompleknya terdapat candi yang disebuat dengan Candi Sulung, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka. Pada tahun 2009 yang lalu, Candi ini telah  dicalonkan untuk menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sejarah Candi Muara Takus

Sekilas tentang Candi Muara Takus

Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1860 oleh seorang arkeolog yang bernama Cornet D. Groot. Candi tertua di Sumatera ini adalah salah satu candi yang bersifat Buddhis. Hal ini merupakan bukti bahwa agama Budha pernah berkembang di kawasan ini.  Jika dibandingkan dengan candi lainnya, Muara Takus memiliki keunikan tersendiri, yaitu candi ini terbuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Padahal sebagian besar candi di Indonesia, seperti Borobudur dan Prambanan menggunakan batu andesit sebagai bahan pembuatannya.

Tanah liat yang digunakan untuk membuat Muara Takus sendiri diambil dari sebuah desa yang bernama Pongkai. Dalam Bahasa China Pong berarti lubang dan Kai berarti Tanah. Sehingga Desa Pongkai kemungkinan besar dinamai berdasarkan kondisi desa di mana banyak ditemukan tempat dengan tanah yang berlubang akibat penggalian besar-besaran untuk membuat batu candi.

Latar belakang dibuatnya candi Muara Takus adalah karena pada zaman dahulu Muara Takus sering disinggahi oleh banyak pedagang dan pelaut yang menyusuri Sungai Kampar Kanan dengan kapal. Sehingga terjadilah pertukaran budaya yang membuat pemerintah pada zaman itu memutuskan untuk mendirikan sebuah candi sebagai tempat ibadah.

Bangunan utama di Candi Muara Takus

  1. Candi Mahligai

Candi Mahligai atau Stupa Mahligai terbagi menjadi 3 bagian yaitu kaki, badan dan atap. Pintu masuk di candi ini ada di sebelah selatan dan bagian dasar candi dikelilingi dengan 28 sisi. Candi Mahligai merupakan bagian candi yang sangat megah dan indah.

  1. Candi Bungu

Candi Bungsu terletak di sebelah barat Candi Mahligai. Candi ini memiliki atap bentuk segiempat dengan stupa-stupa kecil dan sebuah tangga di bagian timur candi.

  1. Candi Sulung

Candi Sulung atau yang biasa disebut dengan Candi Tua adalah bangunan paling besar jka dibandingkan dengan bangunan lainnya. candi ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kaki candi, badan candi dan juga atap candi. Meskipun memiliki ukuran yang cukup besar akan tetapi candi ini tidak memiliki ruangan kosong di dalamnya.

  1. Candi Palangka

Berdasarkan penelitian, candi ini diperkiran digunakan sebagai altar. Bentuknya juga sangatlah unik karena tidak terlalu tinggi dan bagian atasnya sangat datar dan lebar.

Nah itulah sejarah dari Candi Muara Takus paling lengkap.

Baca juga mengenang sejarah masuknya Kerajaan Islam di Nusantara.