Inilah Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

By Categories : Pendidikan

Seperti yang kita ketahui prasasti merupakan salah satu sumber paling kuat yang dapat menjadi bukti sejarah keberadaan suatu kerjaan di masa lalu. Kali ini akan menjelaskan tentang prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara.  Terkait dengan Kerajaan Tarumanegara ada 7 prasasti yang ditemukan. 1 prasasti di temukan di Lebak Banten, satu lagi di Ibukota Jakarta dan 5 lainnya di temukan di Bogor, Jawa Barat. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa prasasti yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

7 prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Kebon Kopi

Yang pertama adalah Prasasti Kebon Kopi. Prasasti Kebon Kopi ditemukan di kampung Muara Hilir, Kecamatan Cibungbulang, Bogor oleh para penebang hutan pada abad ke-19. Prasasti yang terbuat dari batu alami ini dipahatkan di bidang perbukaan batu besar bertuliskan aksara Palawa dan bahasa Sansekerta. Yang menarik dari prasasti ini adalah adanya lukisan tapak kaki gajah, yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata, yatu gajah tunggangan Dewa Wisnu.

Prasasti Ciaruteun

Yang kedua adalah Prasasti Ciaruteun. Prasasti ini ditemukan di tepi sungai Cianrunteun, dekat muara sungai Cisadane, Bogor. Sama seperti Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Ciaruteun juga menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta yang terdiri dari 4 baris di susun ke dalam bentuk Sloka dengan metrim Anustubh. Tak hanya itu saja, prasasti ini juga terdapat lukisan semacam laba-laba serta sepasang tepakan kaki Raja Purnawarman.

Prasasti Muara Cianteun

Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara selanjutnya adalah Prasasti Muara Cianteun. Prasasti yang ditemukan oleh N.W Hoepermans pada tahun 1864  di tepi sungai Cisadane ini berisi pesan bahwa pada tahun 854 M pemerintahan negara telah dikembalikan ke Kerajaan Sunda.

Prasasti Pasir Awi

Prasasti Pasir Awi juga ditemukan oleh N.W Hoepermans pada tahun 1864. Sama seperti Prasasti Muara Cianteun, prasasti ini juga tidak mengungkap sedikitpun sejarah kerajaan Tarumanegara. Hal ini dikarenakan Prasasti Pasir Awi hanya berisi tentang hambar dahan, ranting, daun, buah-buahan serta telapak kaki.

Prasasti Jambu

Berikutnya adalah Prasasti Jambu. Prasati yang ditemukan di Bukir Koleangkak di perkebunan jambu ini juga menggunakan bahasa Pallawa dan Sanskerta. Di prasasti ini terdapat gambar telapak kaki yang isinya memuji pemerintahan Raja Purnnawarman.

Prasasti Tugu

Prasati yang ditemukan di Kampung Batutumbu, Bekasi saat ini disimpan di Museum di Jakarta. Isi dari prasasti Tugu adalah menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau 12 km oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.

Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Lebak

Sama seperti namanya, prasasti ini ditemukan di Kampung Lebak, tepatnya di Sungi Cidanghiang, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten. Isi dari prasasti tersebut adalah mengagungkan keberanian raja Purnawarman.

Nah itulah beberapa prasasti peninggalan Kerjaan Tarumanegara.