Indonesia Gagal di Badminton Indonesia Open 2014

By Categories : Umum

Dalam menjalani laga di pagelaran badminton Indonesia 2014 atau BCA Indonesia Open Super Series Premier (IOSSP) 2014, tim bulutangkis Indonesia gagal memberikan gelar di semua nomor yang di adakan. Termasuk Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan yang juga gagal mempertahankan gelar yang mereka dapat pada tahun lalu. Unggulan pertama tersebut Indonesia juga kalah saat menghadapi perlawanan sengit dari Lee Yong Dae dan Soo Yeon seong dengan skor 15 – 21, 17 – 21. Keduanya sendiri juga mengakui bahwa pada saat itu mereka tidak bermain bagus dan tidak dalam peforma terbaik mereka dengan alasan karena mereka menjalani jadwal yang padat sehingga mempengaruhi stamina mereka. Sang juara Yong Dae-pun mengaku sangat bahagia dengan kemenangan yang ia raih, dan ia sendiri juga berharap untuk bisa meraih kemenangan di kejuaraan selanjutnya. Sedangkan untuk nomor ganda putri, Zhao Yunlei dan Tian Qing juga berhasil meraih kemenangan setelah mengalahkan lawannya yang juga berasal dari China yaitu Ma Jin dan Tang Yuanting.

Dalam kejuaraan badminton Indonesia 2014 ini, China berhasil meraih 2 gelar, dan juga Denmark. Memang kegagalan para pebulutangkis Indonesia dalam ajang BIOSSP ini memang menjadi pukulan telak. Mengingat ajang turnamen Internasional ini diadakan di rumah sendiri. Terlebih bagi PBSI, ini merupakan hasil yang mengecewakan. Untuk itu PBSI sendiri juga melakukan evaluasi setelah ajang BIOSSP, mulai dari program latihan, hingga kinerja para pelatih. Hal tersebut juga disampaikan oleh Ricky Subagja serta Rexy Mainaky dalam suatu acara konferensi pers. Pasangan Ahsan dan Hendra yang merupakan wakil dari nomor ganda putra dan Tontowi serta Liliyana yang bermain di ganda campuran gagal meraih target yang di bebankan kepada mereka. Dimana sebelumnya mereka di pasangai target oleh PBSI untuk meraih gelar dalam nomor ganda putra dan ganda campuran yang merupakan andalan dari Indonesia. Ricky Subagja selaku manajer tim juga menyampaikan permohonan maaf nya kepada para pecinta bulutangis Indonesia atas kegagalannya sebagai seorang manajer.gagal di indonesia open 2014

Terlepas dari keterpurukan tim Garuda di BIOSSP, terdapat kabar yang cukup membanggakan. Yaitu mendapat pujian dari BWF karena batik. Karena untuk pertama kalinya di ajang Super Serie Premier setiap wasit yang ada di pertandingan memakai seragam batik. Dan itu baru terjadi di BIOSSP. Para penyelenggara sendiri, selain menyelenggarakan turnamen ini juga sekaligus memperkenalkan warisan kebudayaan bangsa. Apalagi tema yang diusung dalam turnamen ini adalah “Spirit of The Nation”. Tentunya hal ini juga merupakan hal yang baru di Indonesia Open kali ini, sehingga banyak mendapatkan sambutan yang positif terutama dari federasi bulutangkis dunia atau BWF. Pemakaian batik tersebut juga merupakan nilai tambahan selain hadiah yang ditawarkan pada turnamen kali ini mencapai $750 ribu.

Loading...