Hal Unik Pada Desa Adat Tenganan Karangasem Bali

By Categories : Umum

Bali menyimpan sejuta panorama yang penuh keindahan dan keunikan yang membuatnya dicintai dunia. Salah satunya adalah adanya desa adat Tenganan yang memiliki banyak keunikan. Desa ini berjarak sekitar 15 km dari Kota Amlapura dan 65 km dari Kota Denpasar. Desa Adat Tenganan memiliki luas area sekitar 1.500 hektar. Ini merupakan salah satu tempat wisata di Bali yang masih kokoh menjaga jati dirinya sebagai desa adat. Ingin tahu keunikan desa ini? Maka anda wajib membaca ulasan berikut dengan seksama!

Fakta Unik Desa Adat Tenganan Karangasem

  1. Desa Adat Tenganan Karangasem termasuk satu di antara tiga desa Bali Aga, di samping dua desa Bali Aga yang terkenal lainnya yakni Desa Trunyan dan Desa Sembiran. Maksud dari desa Bali Aga adalah sebuah lingkungan desa di Bali yang masih tetap mempertahankan sistem kehidupan masyarakat yang masih tradisional yang diturunkan secara turun temurun oleh para leluhurnya. Seperti tercermin dari desa adat Tenganan yang terletak di sebelah timur pulau Dewata ini yang masih mempertahankan kekhasan dari adatnya hingga saat ini baik tentang tata kehidupan masyarakat, pola pemerintahan hingga seluk beluk mengenai rumah dan persoalan yang lainnya.Desa Adat Tenganan Karangasem
  2. Asal usul nama desa adat Tenganan Karangasem. Berdasarkan penuturan masyarakat setempat menyebutkan bahwa nama Tenganan berasal dari kata ‘tengah’ ataupun ‘ngatengahang’ yang jika kita artikan maka memiliki maksud bergerak ke arah dalam. Hal ini merujuk pada pola perkembangan masyarakat yang semula mendiami daerah pinggiran pantai menuju daerah yang lebih dalam di antara dua bukit yakni bukit Kauh atau yang biasa disebut sebagai bukit barat dan bukit Kangin atau yang biasa disebut bukit timur.
  3. Tentang penduduk setempat. Masyarakat Tenganan masih mempertahankan nilai-nilai kehidupan dari nenek moyang mereka hingga saat ini. Termasuk di antaranya hal tersebut sangat mempengaruhi mereka dalam hal mata pencaharian. Hingga saat ini masyarakat desa Tenganan mayoritas masih menggantungkan hidup dengan cara bertani selain juga beberapa telah mendapat sentuhan dari pemerintah membuat berbagai macam kerajinan daerah menjadi terkenal hingga mancanegara. Salah satunya adalah kerajinan tenun Gringsing yang memiliki keistimewaan dan membuatnya amat diminati oleh masyarakat di dunia. Salah satu hal unik lain dari masyarakat Tenganan adalah meski sekarang telah terdapat uang, toh nyatanya banyak masyarakat yang masih menggunakan sistem barter untuk keperluan sehari-hari.
  4. Awig-awig. Awig-awig adalah hukum adat yang masih digunakan dan dianut oleh masyarakat tenganan. Hukum adat ini mengatur banyak hal dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah mengatur tentang menjaga kekuatan mental dan fisik para pemudanya dengan perang pandan duri atau yang disebut mageret pandan. Perang ini adalah dengan mempertontonkan dua orang pemuda di atas panggung yang saling beradu untuk menyayat lawannya menggunakan pandan duri. Memang hal tersebut akan menimbulkan luka tetapi masyarakat setempat memiliki cara khusus untuk menyembuhkannya dengan cepat yakni menggunakan obat antiseptic yang terbuat dari bahan umbi-umbian hasil dari pertanian masyarakat setempat. Dengan racikan umbi-umbian itu luka-luka di tubuh pemuda pasca perang pandan duri akan segera sembuh hanya dalam beberapa hari saja.
  5. Masyarakat Desa Tenganan sangat berpegang teguh terhadap adat istiadat setempat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Desa Tenganan sangat patuh terhadap peraturan adat yang sudah ditulis sejak abad ke-11. Sehingga hingga kini masyarakat desa tersebut masih bersikap tradisional dengan tidak banyak perubahan. Saat daerah lain di Bali mulai terlihat modern dengan hadirnya hotel, kafe, kedai, restoran, dan club malam, Desa Adat Tenganan tetap mempertahankan tiga balainya serta deretan rumah adat yang masih sangat baik. Bahkan mereka melakukan perkawinan dengan masyarakat satu kampung untuk menjaga kemurnian keturunan masyarakat setempat. Untuk memasuki desa ini Anda harus melewati gerbang yang cukup sempit karena hanya memuat satu orang. Anda juga harus menyumbang uang sukarela kepada petugas yang berjaga serta mengisi buku tamu.
  6. Desa Adat Tenganan sangat identik dengan kain geringsing. Di dekat pintu masuk terdapat tempat yang menjual kain geringsing. Masyarakat sekitar menawarkan kain tersebut dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 3 juta. Walaupun cenderung mahal, namun setiap kain tersebut merupakan kain eksklusif, karena dibuat satuan tidak kodian. Sangat berbeda jauh dengan kain yang dijual di toko tekstil. Selain itu, keistimewaan kain geringsing adalah karena hanya dapat dijumpai di Desa Tenganan dengan pengerjaan secara tradisional dan membutuhkan waktu yang lama. Hal istimewa dari kain geringsing lainnya adalah warna kain tersebut terbuat dari tumbuh-tumbuhan sehingga membutuhkan perlakuan yang khusus agar mendapatkan hasil yang berkualitas.

Demikianlah beberapa ulasan mengenai Desa Adat Tenganan yang perlu Anda ketahui. Desa adat tersebut merupakan salah satu tempat wisata di Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat hingga saat ini.

terms: hal unik desa tenganan, keistimewaan desa tenganan