Gejala Hepatitis B dan Pengobatannya

By Categories : Kesehatan

Penyakit hepatitis merupakan penyakit menular yang menyerang hati. Organ hati sendiri merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia. Dimana organ hati memiliki fungsi untuk memproduksi cairan empedu yang dapat membantu pencernaan lemak, menyimpan karbohidrat, dan membantu menghilangkan racun dalam tubuh. Menurut sebuah penelitian menyatakan bahwa organ hati ini memiliki daya tahan yang sangat kuat dibandingkan organ tubuh lainnya. Bahkan tetap dapat bekerja sesuai dengan peranan dalam tubuh meski dalam kondisi rusak dan mampu untuk beregenerasi selama tidak dalam kondisi kerusakan yang parah. Kerusakan tersebut salah satunya karena  penyakit hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Baca juga hepatitis B penyakit silent killer.
Gejala Hepatitis B

Penyakit hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati akut atau menahun yang sebagian kecil dapat berlanjut menjadi sirosis hati ataupun kanker. Virus penyebab penyakit hepatitis B ini dapat disebabkan melalui makanan, kontak biasa ataupun melalui darah ataupun cairan tubuh. Jika tubuh telah terinfeksi biasanya akan merasakan gejala yang menunjukkan penyakit tersebut. Nah berikut ini akan kami jelaskan beberapa gejala hepatitis B dan pengobantanya, diantaranya adalah sebagai berikut!

Berikut adalah Gejala Hepatitis B yang Dapat Anda Ketahui

Kulit tubuh dan mata tanpak kekuningan
Gejala hepatitis B yang paling umum sering terjadi pada penderita adalah kulit tubuh dan mata akan tampak kekuningan atau dalam dunia medis menyebutnya dengan nama jaundice. Gejala ini merupakan satu-satunya gejala hepatitis B yang sangat mudah untuk dikenali, maka oleh karena itu jika mata menunjukkan warna kekuningan segera untuk memeriksakan ke dokter karena itu bisa jadi menunjukan terdapat masalah pada organ hati Anda.

Mudah lelah
Penyakit hepatitis B juga sering menunjukan gejala dimana tubuh sering mudah mengalami kekelelahan meski tidak melakukan aktivitas yang berat. Hal ini dikarenakan fungsi hati tidak dapat bekerja secara maksimal dan membuat tubuh bekerja lebih ekstra. Maka dengan begitu jika tubuh sering mudah lelah, hal itu merupakan salah satu gejala hepatitis B yang perlu Anda waspadai.

Hilangnya nafsu makan dan sering mual
Gejala hepatitis B yang terakhir adalah hilangnya nafsu makan dan sering mual. Hilangnya nafsu makan dan sering mual ini menandakan bahwa tubuh sedang bermasalahan salah satunya pada organ hati.

Nah itulah beberapa gejala hepatitis B yang dapat Anda ketahui. Setelah mengetahui gejala dari hepatitis B rasanya tidak lengkap jika tidak membahas mengenai cara pengobatannya. Lantas bagaimana cara pengobatannya?

Sebenarnya sampai sekarang tidak ada tindakan khusus untuk pengobatan hepatitis B. Tapi tujuan pengobatan ini hanya berfungsi untuk mengurangi gejala dengan menggunakan obat pereda sakit, menghambat reproduksi virus dan mencegah kerusakan hati yang semakin parah. Nah alangkah baiknya untuk menghindari penyakit tersebut diperlukan pencegahan dengan cara melakukan vaksin hepatitis B. Baca juga artikel lainnya Penyakit Hepatitis A dan pengobatannya.

Diagnosa pada Hepatitis B

Diagnosa pada penyakit hepatitis B dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah. Yang harus diperhatikan adalah pendeteksian HBsAg. Ini merupakan lapisan luar dari virus hepatitis B yang dapat memicu reaksi dari sistem kekebalan tubuh.  Jika muncul hasil positif maka akan menunjukan bahwa hati penderita melepaskan protein hepatitis B masuk ke dalam darah. Ini merupakan cara untuk mendeteksi adanya infeksi.

Selain dengan tes HBsAg, biasanya dokter akan menganjurkan untuk menjalani pemeriksaan yang spesifik, seperti masalah fungsi hati. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes darah agar lebih mudah mengetahui adanya kerusakan hati atau tidak.

Hepatitis B Akut dan Kronis

Infeksi penyakit hepatitis B dapat terjadi dalam waktu yang singkat (akut) ataupun jangka panjang atau kronis. Umumnya, virus hepatitis berada di dalam tubuh antara 30-90 hari. Hal ini yang dikenal dengan hepatitis B akut dan biasanya dialami oleh orang dewasa. Jika seseorang mengalami hepatitis B akut maka sistem kekebalan di dalam tubuh mampu melenyapkan virus yang ada di dalam tubuh sehingga dapat sembuh dalam beberapa bulan.

Sedangkan untuk hepatitis B kronis, virus tersebut berada di dalam tubuh selama lebih dari enam bulan. Umumnya penderita yang terkena hepatitis B kronis adalah bayi dan anak-anak. Bayi yang dilahirkan terinfeksi virus memiliki resiko lima kali lebih besar mendertia hepatitis B kronis dibandingkan dengan anak yang terkena virus di usia balita. Penderita penyakit hepatitis B kronis dapat menularkan virus meski tidak menunjukkan gejala apapun.

Sirosis merupakan tahap terakhir dari hepatitis B kronis. Dimana kondisi organ hati yang mengalami kerusakan berkelanjutan dan membentuk jaringan luka. Dalam kondisi ini, sel hati telah berubah serta jaringannya mengeras yang membuat fungsi hati menurun secara drastis. Dan diperkirakan sekitar 10% penderita sirosis akan mengalami kanker hati.

Loading...