Empat Keputusan Utang Jokowi, Jilat Ludah Sendiri

By Categories : Berita

Presiden Joko Widodo dalam sebuah pertemuan pernah mengatakan bahwa lembaga keuangan internasional seperti misalnya Bank Dunia, Asian Development Bank dan IMF sekarang ini ssudah tidak mampu untuk menjadi solusi permasalahan ekonomi suatu bangsa, seperti misalnya sekarang ini. Tapi yang paling mengejutkan kabar yang beredar menyatakan bahwa pemerintah sekarang ini tengah melakukan peminjaman uang sebesar  USD 4,2 miliar atau setara dengan Rp. 60,9 triliun dari sebuah Bank Dunia dan ADB. Entah kabar yang beredar berdasarkan fakta ataupun tidak, namun yang pasti Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai keputusan untuk menambah utang kembali negara yang dilakukan oleh pemerintah menandakan bahwa Joko Widodo ibarat menjilat ludah sendiri setelah mengkritik habis lembaga keuangan internasional pada saat peringatan KAA.

“Demi mendapatkan sebuah dana bernilai Rp. 60,9 triliun yang berasal dari ADB, Presiden Joko Widodo tidak sadar telah menjilat ludah sendiri. Kemarin ketika waktu pidato di KAA, dengan gagahnya menolak atau mengharamkan semua bantuan internasional seperti Bank Dunia, IMF dan ADB. Namun pada kenyataanya Joko Widodo menjilat ludah sendiri “ pernyataan Uchok Sky Khadafi kepada merdeka.com di Jakarta.

Untuk menanggapi komentar jika di tuding menjilat ludah sendiri, Presiden Joko Widodo atau yang lebih akrab di sapa dengan Jokowi. Menurut Jokowi utang Indonesia masih aman karena utang ini digunakan untuk hal yang bersifat produktif” yang menunjukkan raut wajah Jokowi tidak enggan untuk menambah utang kembali”.Empat Keputusan Utang Jokowi, Jilat Ludah Sendiri

Ujar Presiden Joko Widodo pada saat di sebuah acara yaitu ISEI di JCC Senayan, Jakarta. Mengatakan bahwa pendanaan yang dilakukan untuk investasi yang bermanfaat untuk meningkatkan prosduktivitas. Bukan uatang untuk dikonsumtif, bukan utang untuk subsidi di BBM. Apa yang dilakukan sekarang ini kita sudah menghitung manfaat yang akan kita dapatkan di atas bunga pinjaman dan ongkos pendanaan.

Keputusan penarikan utang oleh pemerintah Presiden Joko Widodo.

  1. Memperintahkan Bank BUMN menerima utang dari China
  2. Menarik utang dari Bank Dunia dan ADB
  3. Terima Utang bank terbesar Arab
  4. Keputusan menarik utang asing belum berhenti pada tahun depan.

Jika kondisi tersebut terealisasi akan membantu sumber financing yang berfungsi sebagai kestabilisasi kurs rupiah. Meskipun seperti itu namun tetap saja Presiden Joko Wododo menjilat ludah sendiri atas keputusan yang dilakukan. Baca juga artikel terkait lainnya 100 hari kinerja Jokowi masih perlu di benahi

loading...