Dari Mual Hingga Diare, Kenali Gejala Keracunan Makanan

By Categories : Kesehatan

Keracunan makanan adalah hal yang sangat umum terjadi dan jika tidak segera diatasi keracunan makanan dapat menimbulkan masalah serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Keracunan makanan merupakan suatu kondisi di mana adanya peradangan akut pada selaput lendir lambung ataupun khusus. Umumnya ada beberapa hal yang menyebabkan keracnuan makanan, seperti karena infeksi bakteri Salmonella, Campylobacter, Escherichia coli (E. Coli), Bolutisme dan juga Listeria.

Dari Mual Hingga Diare, Kenali Gejala Keracunan Makanan

Seperti yang kita ketahui makanan sangat rentan terhadap kontaminasi jika tidak dimasak dan disimpan dengan baik. Umumnya makanan yang dimasak secara masal memiliki resiko yang sangat besar terkontaminasi oleh zat-zat beracun dan bakteri. Lantas apa saja gejala keracunan makanan yang paling sering terjadi? Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini.

Inilah gejala keracunan makanan paling umum

Keracunan yang disebabkan oleh kuman

Setelah mengonsumsi makanan yang tercemar, gejala keracunan yang sering terjadi adalah diare, kram perut dan muntah. Jika disebabkan oleh kuman Staphylococcus biasanya gejala tersebut akan dimulai dalam satu jam. Namun jika disebabkan oleh kuman campylobacter pylori (Helicobacter pylori) akan muncul setelah 10 hari kemudian. Akan tetapi gejala keracunan yang disebabkan oleh parasit Giardia membutuhkan waktu yang cukup lama intuk menampakkan gejalanya.

Keracunan yang disebabkan oleh jamur

Seseorang yang keracunan makanan yang disebabkan oleh jamur, biasanya memiliki gejala-gejala seperti air liur berlebihan, pusing, diare, muntah, berkeringat, kebingungan psikologis, nyeri perut dan robekan di mata.

Keracunan yang disebabkan oleh bakteri

Seseorang yang mengalami keracunan bakteri makanan tipe berat ini akan menunjukkan gejala seperti, mulut kering, hilang sebagian kemampuan berbicara atau penglihatan, kelumpuhan otot dari kepala ke bawah sepanjang tubuh, kesulitan menelan dan juga muntah.

Nah itulah beberapa gejala keracunan makanan, lantas bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya!

Cara mengatasi keracunan makanan

Banyak orang yang berfikir bahwa keracunan makanan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan medis. Namun jika tidak segera ditangani keracunan makanan dapat berakibat buruk bagi kesehatan. untuk membantu meringankan gejala dan mempercepat proses penyembuhan, berikut adalah  beberapa cara mengatasi keracunan makanan:

  • Minum air putih dan oralit untuk mencegah dehidrasi. Kandungan garam, mineral, glukosa yang terkandung dalam larutan oralit berguna untuk mengganti cairan tubuh yang hilang karena dehidrasi.
  • Istirahat cukup. Beristirahat berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit lainnya.
  • Kompres air hangat pada perut. Mengompres perut dengan menggunakan air hangat dapat meringankan kejang dan nyeri perut yang dialami.

Nah itulah beberapa cara meringankan dan mengatasi keracunan, akan tetapi jika penderita menunjukkan gejala keracunan makanan lainnya seperti, demam lebih dari 38 derajat celcius, dehidrasi berat dan tak kunjung sembuh dalam satu hari pastikan Anda segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Baca juga bahan alami pencegah keracunan flouride.