Daftar Benda dan Bangunan Peninggalan Kerajaan Kediri Paling Lengkap

By Categories : Pendidikan

Peninggalan kerajaan Kediri baik dari bangunan ataupun benda tentu saja sangat diperlukan untuk menguatkan bukti sejarah yang ada. Bagi Anda pecinta sejarah, pastinya akan penasaran tentang benda dan bangunan yang ditinggalkan. Daripada penasaran, simak saja ulasan berikut ini.

Siapa yang tidak mengenal Kerajaan Kediri? Hampir setiap orang pastinya mengetahui kerajaan yang satu ini, terutama bagi mereka yang belajar sejarah. Kerjaan Kediri sendiri adalah kerajaan yang sangat tersohor di Jawa Timur dan merupakan salah salah satu kerajaan terbesar di Indonesia. Kerajaan yang memiliki nama lain Kadiri atau Panjalu ini berdiri pada tahun 1042 dan runtuh pada tahun 1222.

Pada zaman ini, karya sastra sangat berkembang pesat sehingga ada banyak sekali karya sastra yang dihasilkan. Mulai dari Kitab Wertasancaya karangan Empu Tan Akung, Kitab Smaradhahana karangan Empu Dharmaja, Kitab Lubdaka karangan Empu Tan Akung, Kitab Samanasantaka karangan Empu Monaguna, Kitab Baharatayuda yang digubah oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh, Kitab Gatotkacasraya dan juga  Kitab Hariwangsa yang digubah oleh Empu Panuluh.

Namun tak hanya karya sastra saja, ada juga beberapa prasasti, candi dan arca yang ditinggalkan oleh Kerajaan Kediri. Apa saja peninggal tersebut? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

Peninggalan Kerajaan Kediri dalam Bentuk Candi, Arca dan Prasasti

peninggalan kerajaan kediri

Candi Penataran

Candi Penataran merupakan salah satu candi peninggalan sejarah kerajaan Kediri yang saat ini masih dapat kita jumpai. Menurut prasasti yang ditemukan di lokasi peninggalan candi, menyatakan bahwa jika candi ini dibangun saat masa kepemerintahan Raja Srengga hingga kepemerintahan Raja Wikramawardhana sekitar 12 hingga 14 Masehi yang lalu. Candi Penataran juga disebut sebagai candi termegah di Jawa Timur. Candi ini terletak di lereng Gunung Kelud bagian Barat Daya, tepatnya di utara Kota Blitar.

Baca juga  inilah prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Candi Tondowongso

Selain Candi Penataran, ada juga Candi Tondowongso yang merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Kediri. Situs Tondowongso sendiri merupakan situs purbakala yang ditemukan pada awal tahun 2007 di Dusun Tondowongso, Kediri, Jawa Timur seluas lebih dari satu hektare.

Berdasarkan bentuk dan gaya tatahan arca yang ditemukan, situs ini diyakini sebagai peninggalan masa Kerajaan Kediri awal abad 9, tepat pada masa awal perpidahan pusat politik dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Candi Mirigambar

Candi Mirigambar adalah candi peninggalan sejarah Kerajaan Kediri yang ditemukan di lapangan Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur. Candi ini diperkirakan dibangun pada tahun 1214 hingga 1310 Saka. Untuk strukturnya sendiri pun sama seperti candi-candi lainnya yaitu dengan menggunakan batu bata merah.

Pada tahun 1965 petinggi desa Mirigambar melindungi candi ini dari aksi ikonoklastik, sehingga hingga kini kita masih bisa melihat candi peninggalan sejaran Kerajaan Kediri yang satu ini.

Prasasti Kamulan

Berikutnya adalah Prasasti. Sama seperti namanya, prasasti ini ditemukan di Desa Kamulan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Prasasti yang dibuat pada tahun 1116 Saka atau 1194 Masehi ini berisi tentang keterangan berdirinya Kabupaten Trenggalek, yaitu pada Rabu Kliwon, tanggal 31 Agustus 1194. Prasasti ini sendiri dibuat tepat pada masa kepemimpinan Raja Kertajaya.

Prasasti Galunggung

Prasasti peninggalan Kerajaan Kediri selanjutnya adalah Prasasti Galunggung. Prasasti yang ditemukan di Rejotangan, Tulung Agung ini memiliki dimensi 160 x 80 x 75 cm yang bertuliskan huruf Jawa Kuno dengan total 20 baris.

Meskipun begitu, para sejarawan menyatakan bahwa tulisan kuno yang terpahat diprasasti tersebut sudah sangat sulit dibaca. Hanya bagian tahunnya saja yang masih dapat diketahui, yaitu tahun 1123 Saka.

Prasasti Jaring

Prasasti yang berisi tentang keterangan pengabulan keinginan penduduk dukuh Jaring  yang berupa harapan yang belum diwujudkan raja sebelumnya melalui Senopatinya, Sarwajala ini dibuat pada tanggal 19 November tahun 1181.

Tak hanya itu saja, dalam Prasasti Jaring juga diketahui bahwa para pejabat Kediri pada zaman dahulu memiliki gelar atau sebutan yang menggunakan nama hewan, seperti Menjangan Puguh, Lembu Agra dan Macan Kuning.

Prasasti Talan

Prasasti Talan ditemukan di Desa Gurit, Blitar Jawa Timur. Prasasti yang dibuat pada tahun 1058 Saka atau 1136 Masehi ini berisi tentang penetapan masuknya Desa Talan ke dalam wilayah Panumbang yang bebas pajak. Yang unik dari Prasasti Talan adalah adanya pahatan Garudhamukalanca, yaitu pahatan berbentuk tubuh manusia bersayap dengan kepala Garuda.

Dan Raja Jayabhaya mengabulkan permintaan warga Talan karena kesetiaan mereka terhadap raja dan menambah anugerah berupa berbagai macam hak istimewa.

Prasasti Panumbangan

Prasasti Panumbangan berisi penetapan desa Panumbangan menjadi sima awantantra atau desa bebas pajak. Prasasti peninggalan sejarah Kerajaan Kediri ini dikeluarkan oleh Maharaja Bameswara yang dibuat pada 2 Agustus 1120.

Baca juga  peninggalan Kerajaan Singosari di Indonesia

Demikianlah ulasan mengenai benda dan bangunan peninggalan kerajaan Kediri.

terms: peninggalan kerajaan kediri yang terkenal, gambar lengkap peninggalan kerajaan kediri, peninggalan kerjaan kediri