Cara Menanam Tanaman Hidroponik Bagi Pemula

By Categories : Tips

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai cara menanam tanaman hidroponik bagi pemula. Menanam dengan menggunakan sistem hidroponik sekarang ini memang tengah banyak dilakukan oleh semua orang. Hal ini dikarenakan lebih praktis dan tanpa harus membutuhkan ruang tanam yang luas. Istilah hidroponik itu sendiri berasal dari kata yunani yaitu hidro yang artinya air, sedangkan ponics itu sendiri adalah tenaga kerja. Maka kita bisa simpulkan hidroponik adalah menanam dengan menggunakan sistem air atau menggunakan tenaga kerja air. Atau lebih sering disebut dengan sistem tanam tanpa menggunakan media tanah.

Cara Menanam Tanaman Hidroponik
Sistem tanam seperti ini jika kita banyangkan sangatlah mudah, namun pada kenyataanya tidak cukup banyak orang yang mampu untuk melakukannya. Hal ini dikarenakan perlunya  mengetahui cara menanam tanaman hidroponik khususnya bagi pemula. Berkaitan dengan cara menanam tanaman hidroponik itu sendiri terdapat 6 cara yang dapat Anda ketahui. Diantaranya Aeroponic system, Drip system, NFT, Ebb atau flow system. Nah untuk lebih jelasnya Anda bisa perhatikan ulasan berikut ini !

Inilah Cara Menanam Tanaman Hidroponik Bagi Pemula

Aeroponic system
Sistem atau cara menanam aeroponik ini merupakan salah satu cara yang banyak digunakan. Hal ini dikarenakan cara ini sangat canggih dan memungkinkan memberikan hasil yang banyak juga lebih cepat dalam berkebun hidroponik. Dalam sistem ini pemberian nutrisi dalam bentuk kabut yang langsung ke akar, sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap larutan nutrisi yang banyak mengandung oksigen.

Drip System ( Sistem Tetes )
Selain sistem aeroponik, sistem tetes ini juga banyak digunakan dalam  sistem tanaman hidroponik. Hal ini dikarenakan sistem tetes ini memiliki sistem operasi yang sangat mudah dan sederhana yaitu hanya dengan menggunakan timer dan pompa. Ketika pompa dihidupkan maka secara langsung pompa akan meneteskan nutrisi  pada masing-masing tanaman.

Sistem NFT
Sistem yang satu ini sangat populer dikalangan masyarakat yang tinggal di perumahan. Untuk sistem yang satu ini tanpa menggunaka pompa atau timer dalam mengalirkan nutrisi dalam tanaman hidroponik tersebut. Nutrisi ini mengalir secara langsung larut ke dalam air dan mengalir ke dalam gully melewati akar tumbuhan dan kembali lagi pada penampungan air yang sudah disediakan.

EBB atau Flow System
Sistem Ebb atau flow system ini bekerja dengan cara membanjiri sementara wadah pertumbuhan dengan nutrisi sampai batas tertentu. Secara lambat nutrisi tersebut akan kembali pada penampungan yang sudah disediakan dan begitu seterusnya. Untuk menggunakan sistem ini harus dibutuhkan pompa yang terkoneksikan pada timer secara langsung.

Nah itulah beberapa cara menanam tanaman hidroponik yang dapat Anda ketahui. Agar mendapatkan hasil yang maksimal Anda harus mengetahui beberapa cara menanam hidroponik berdasarkan media tanamnya. Simak ulasan berikut.

Cara menanam hidroponik

Sistem Kultur Air

Cara menanam hidroponik yang satu ini sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Saat ini sistem kultur air sering digunakan untuk budidaya tanaman hidroponik seperti sayur kangkung bayam dan sebagainya. Pada awalnya teknik ini terinspirasi dari tanaman eceng gondok yang sering tumbuh di kolam-kolam ikan ataupun rawa yang tumbuh subur walau akar tidak menyentuh tanah.

Sistem Kultur Agregat

Anda dapat melakukan cara menanam tanaman hidroponik dengan media selain tanah, diantaranya adalah batu kerikil, media pasir, pecahan batu bata, dan sebagainya. Umumnya media tanam tersebut ditempatkan di wadah berupa botol plastik bekas atau pot bunga. Cara tanam ini disebut dengan sistem kultur agregat. Cara ini tentu berbeda dengan sistem kultur air, diman pasokan air sudah diperoleh dari tenaman dan unsur hara yang dibutuhkan dapat dipenuhi plankton-plankton yang berasal dari air. Untuk itu cara menanam tanaman hidroponik dengan sistem kultur agregat  Anda disharuskan lebih telaten untuk memenuhi air dan nutrisi tanaman.

Untuk cara memberikan nutrisi dengan sistem ini adalah dengan menyemprotkan air yang sudah Anda campurkan dengan unsur hara sebagai syarat tanaman agar dapat tumbuh dengan subur dan mendapatkan hasil yang baik. Pemberian nutrisi tanaman dengan menggunakan sistem kultur agregat tentu harus berbentuk cairan yang disemprotkan dalam waktu tertentu agar tanaman tumbuh dengan sempurna.

Nutrient Film Technique

Cara menam sayur hidroponik dengan nutrient film technique atau sering disebut dengan NFT merupakan sebuah cara menanam yang menggunakan media selokan sebagai pengganti tanah. Atau hampir mirip dengan cara menanam sayuran konvensional. Selokan yang dimaksud tentu bukan sembarang selokan atau parit yang biasa dijumpai di bawah trotoar. Selokan ini berbahan logam tahan karat yang tipis. Untuk nutrisi tanam akan diperoleh dari mengalirkan air yang dicampur nutrisi melalui selokan hingga mengenai tanaman yang ada didalamnya. Cara menanam ini sering dilakukan oleh para petani di negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan.

Selamat mencoba dan baca juga artikel terkait lainnya Jenis Tanaman Hidroponik yang Sering Dibudidayakan

terms: kebun sayur menggunakwn bahan terbuang