Alutsista Buatan Indonesia yang Dibeli Militer Asing

By Categories : Umum

Tentara Nasional Indonesia saat ini tengah memodernisasi persenjataan yang dimilikinya. TNI berharap alat utama sistem persenjataan atau Alutsista akan semakin modern dan lengkap. Namun, hingga kini Alutsista TNI masih didominasi oleh produk luar negeri alias bukan buatan dalam negeri. Salah satu alutsista yang beberapa waktu lalu dibeli Indonesia dari Jerman adalah 100 Tank Leopard Ri seharga Rp 16,4 miliar per unit dan 52 Leopard 2A4 dengan harga Rp 6,7 miliar per unit.

Walaupun belum dapat memproduksi seluruh alutsista yang diperlukan TNI, namun Indonesia sendiri mampu membuat beberapa senjata tempur. Bahkan alutsista buatan Indonesia tersebut diminati oleh beberapa negara di dunia.

Alutsista Buatan Indonesia1

Berikut alutsista produksi dalam negeri

  1. 260 Kepala Roket “Smoke Warhead”

Negara Cili telah memesan 260 unit kepala roket jenis smoke warhead. Kepala roket tersebut diproduksi oleh PT Sari Bahari, Malang, Jawa Timur. Smoke Warhead dipercaya mampu mengalahkan produk serupa buatan Amerika Serikat dan Rusia.  Kepala roket ini berukuran 70 mm dan cocok dipasang pada pasangan roket pesawat Super Tucano. Kepala roket ini mampu memberikan informasi kepada pilot saat dijatuhkan.

  1. Pesawat CN 235-MPA

Alutsista buatan Indonesia ini dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia. Pesawat jenis Maritime Patrol Airfact sudah dipesan oleh Korea Selatan sebanyak 4 pesawat. CN 235 cocok digunakan sebagai patroli perairan dan dapat berfungsi sebagai angkutan personel. Selain Korea Selatan, militer Senegal juga memesan jenis pesawat ini. Pesawat ni dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi.

  1. Fast Patrol Boat

PT Pal telah berhasil menciptakan kapal perang jenis patroli cepat. Beberapa waktu lalu militer Timor Leste memesan dua kapal ini senilai USD 40 juta. Kapal tersebut digunakan Timor Leste untuk membantu mengamankan teritorialnya. Kapal ini memiliki kecepatan 30 knot dan memiliki dua baling-baling serta dilengkapi radar NavNet yang dapat mengintegrasi data-data sistem navigasi.

  1. Peluru buatan Pindad

Hingga kini PT Pindad memasok kebutuhan peluru TNI dan Polri. Peluru-peluru buatan Pindad memiliki ukuran 5,56 mm, 7, 62 mm, dan 9 mm. Selain digunakan oleh militer Indonesia, peluru ini juga diekspor ke Singapur, Amerika Serikat, Bangladesh, dan Filipina. Peluru buatan Pindad ni sudah mendapatkan ISO 9001 dari SGS Yearsly-International Certification Services Ltd, Inggris 1994.

  1. Panser Anoa

Panser Anoa merupakan alutsista buatan Indonesia yang paling laris dijual. TNI bahakan sudah memesan lebih dari 200 panser dengan berbagai jenis. Selain TNI, Panser Anoa juga dipesan oleh Kerajaan Oman dan Malaysia. Panser ini sudah teruji di negara gurun karena pernah digunakan oleh pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Kualitas yang dimilikinya sudah standar NATO level III.

  1. Senapan Pindad

Sejumlah senjata buatan Pindad juga dipesan berbagai negara. Dan produk ini paling banyak dipesan adalah Senapan Serbu SS-2 yang menjadi langganan negara-negara Afrika. Seperti Nigeria, Mozambik, dan Zimbabwe.  SS-2 juga senjata wajib para pasukan elit TNI.

Loading...